Connect with us
Link Alternatif SBOBET

Bolapedia

Bagaimana Cara Mafia Menjalankan Match-Fixing?

Published

on

Sangat mudah menuduh pertandingan sepakbola atau olahraga lainnya disusupi praktik match-fixing (pengaturan pertandingan). Namun beberapa orang bahkan tidak benar-benar tahu bagaimana sebuah pertandingan atau kompetisi bisa diatur hasilnya. Itu tidak sesederhana menyogok pemain atau wasit untuk melakukan suatu hal.

Pada dasarnya match-fixing bukan perilaku curang. Match-fixing terjadi ketika ada pihak yang setuju untuk kalah, imbang, atau memenangkan pihak lawan dengan tidak berusaha maksimal. Sedangkan curang adalah menghalalkan segala cara untuk menang, misalnya doping.

Ada dua tipe pengaturan pertandingan di sepakbola, yaitu arranged match-fixing dan gambling match-fixing.

Arranged match-fixing terjadi ketika koruptor memanipulasi pertandingan sepakbola untuk memastikan salah satu kesebelasan kalah atau imbang. Sementara gambling match-fixing terjadi ketika koruptor memanipulasi dengan maksud mendapatkan keuntungan maksimal di pasar taruhan.

Jika mau dipukul rata, arranged match-fixing hanya menguntungkan salah satu kesebelasan, sementara gambling match-fixing membuat sebuah kesebelasan disabotase oleh pihak-pihak tertentu demi keuntungan pihak yang bersangkutan.

Jadi pada gambling match-fixing, seorang koruptor tidak peduli jika Kesebelasan A atau Kesebelasan B kalah atau menang. Mereka hanya memedulikan keuntungan pribadi mereka. Akan lebih baik bahkan jika mereka bisa mengontrol banyak pihak (dalam hal ini adalah Kesebelasan A dan B).

Menurut Declan Hill (jurnalis dan akademisi yang mengkhususkan diri kepada kasus match-fixing), 88,2% kasus arranged match-fixing diinisiasi oleh administrator kesebelasan. Kemudian pada gambling match-fixing, 86,4% “permainan” diinisiasi oleh agen eksternal seperti bandar atau organisasi kriminal.

Operasi pengaturan pertandingan di sepakbola juga dibagi dua, yaitu “permainan” kecil-kecilan tapi sering dan dalam jangka waktu panjang; atau “permainan” sangat besar tapi dalam waktu singkat. Operasi jenis kedua biasanya lebih mencurigakan. Sebagai contoh: Kesebelasan kuda hitam bisa menang pada sebuah final.

Pengaruh Pasar Taruhan

Link Alternatif SBOBET

Match Fixing terkadang tidak tentu mengacu pada gambling (Dok. Link Alternatif SBOBET)

Sebenarnya match-fixing tidak selalu didasari perjudian (gambling). Namun perjudian memang banyak memengaruhi hasil pertandingan-pertandingan olahraga karena banyak orang yang bertaruh, dari mulai sepakbola, balapan Formula 1, kriket, bahkan sampai tingkat yang paling rendah dan tak menarik perhatian publik seperti misalnya pertandingan perempuan U16 di divisi ketujuh.

Pada pasar taruhan atau judi, tujuan utama pengaturan (fixing) adalah untuk memperoleh keuntungan maksimal. Maka dari itu ada dua pengaturan yang terjadi, yaitu pengaturan pertandingan dan pengaturan pasar taruhan.

Setiap laga punya peluang (odd) masing-masing. Hal ini yang membuat taruhan memiliki nilai. Koruptor biasanya memiliki masalah, yaitu jika mereka berhasil mendapatkan “pemain” untuk kalah pada pertandingan, mereka akan bertaruh untuk kesebelasan lawannya untuk menang. Dengan begitu mereka jadi mendapatkan keuntungan.

Semakin banyak uang yang mereka pertaruhkan melawan para “pemain” mereka, maka akan semakin besar uang yang akan mereka dapatkan. Ini disebut “mengatur pasar taruhan”.

Jika petaruh (koruptor) memasang uang yang terlalu banyak, bandar akan curiga sehingga odd bisa berubah. Sedangkan jika mereka memasang terlalu kecil, itu akan membuat pengaturan pertandingan jadi tak layak, sehingga uang suap mereka kepada “pemain” menjadi sia-sia di pasar taruhan.

Bagi koruptor yang tak memiliki cukup uang, mereka akan melibatkan investor, yang membuat koruptor berperan sebagai broker: mereka mengatur pertandingan kepada “pemain”, lalu pergi ke investor yang bisa menyediakan mereka banyak uang.

Maka dari itu petaruh (koruptor) selalu berusaha tak ketahuan, karena poin utama dari match-fixing adalah untuk menipu bandar demi menghasilkan keuntungan untuk koruptor. Di sini bandar justru bisa menjadi “korban”, bukan pelaku.

Hal ini juga yang menjadi alasan match-fixing lebih sulit terjadi di pertandingan penting (seperti Piala Dunia) karena uang yang mengalir akan sangat besar dan juga lebih mencurigakan. Pengaturan pertandingan banyaknya terjadi di liga kecil karena “pemain” bisa dibayar lebih murah (apalagi jika “pemain” sudah lama tak digaji) dan tidak lebih mencurigakan (karena tak banyak yang peduli) meski keuntungannya kecil.

Pelaku Langsung

Senior Master Agen

tingkat kesuksesan pengaturan pertandingan rata-rata menjadi besar jika seseorang menyogok administrator kesebelasan (kesuksesan 90,5%) daripada pemain (83,1%) atau wasit (77,8%) (Dok. Senior Master Agen)

Secara umum “pemain” match-fixing dilakukan oleh wasit, pemain, dan administrator kesebelasan (manajer, presiden kesebelasan, pelatih, dll). Masih menurut Hill, tingkat kesuksesan pengaturan pertandingan rata-rata menjadi besar jika seseorang menyogok administrator kesebelasan (kesuksesan 90,5%) daripada pemain (83,1%) atau wasit (77,8%).

Kenapa administrator kesebelasan bisa lebih besar kemungkinan suksesnya? Padahal wasit dan pemain adalah mereka yang berada langsung di lapangan, yang bisa memengaruhi hasil/skor secara langsung.

Pada dasarnya semakin banyak orang yang terlibat dalam “permainan”, akan semakin tinggi kemungkinan suksesnya. Jika seseorang bisa memengaruhi administrator kesebelasan, berarti mereka bisa memengaruhi satu kesebelasan secara keseluruhan alih-alih perorangan seperti pemain atau wasit.

Pada gambar jalur di atas, baik pemain, wasit, maupun administrator kesebelasan adalah “pemain” (yang diajak “bermain”, yang dibayar untuk kalah). Menurut jalur normal, ada yang menyogok atau menyuruh mereka untuk mengatur pertandingan, yaitu “koruptor”.

Untuk membangun jalur seperti di atas, ada azas kepercayaan yang tidak bisa sembarangan terbangun. Maka dari itu jika koruptor meminta pemain atau wasit untuk terlibat, itu biasanya hanya bersifat sementara: done and forgotten.

Namun koruptor yang membangun kepercayaan kepada administrator kesebelasan bisa lebih langgeng, karena mereka akan masuk ke dalam sistem yang tidak dipengaruhi oleh (misalnya) perpindahan pemain atau pergantian wasit.

Tanpa adanya azas kepercayaan ini, koruptor tidak akan memiliki kekuatan dan kepastian.

Pelaku Tidak Langsung

SBOBET Link Alternatif

Dalam praktik global, peran runner ini ideal diambil oleh mantan pemain. Mantan pemain adalah mereka yang sangat tahu situasi dan kondisi lapangan (Dok. SBOBET Link Alternatif)

Masalahnya koruptor tidak bisa seenaknya terlibat secara langsung. Mereka butuh akses untuk bisa mengajak wasit, pemain, atau administrator “bermain”. Mereka bisa saja melakukan pendekatan langsung. Masalahnya kebanyakan dari mereka adalah pihak luar.

Jika mereka memutuskan pendekatan secara langsung, mereka harus cerdas dalam pendekatannya, misalnya berusaha satu hotel atau satu koridor dengan calon “pemain”. Pada praktik langsung, mereka bisa memakai pelacur. Sementara secara tidak langsung, mereka bisa berpura-pura sebagai jurnalis yang ingin melakukan interviu.

Untuk pendekatan langsung ini, risikonya lebih besar bagi koruptor. Maka dari itu mereka biasa memakai jasa perantara yang biasa disebut runner atau agen. Hal ini bisa membuat koruptor terlindungi dari deteksi, karena proses transaksinya mengandung banyak layer.

Runner atau agen ini juga bertindak sebagai penjamin atau pemberi garansi (guarantor), tapi ada juga yang tidak bisa bertindak sebagai penjamin. Bisa menjadi penjamin atau tidak, runner tetap memiliki kekuatan utama pada akses. Mereka tahu siapa “pemain” yang bisa didekati dan siapa yang sebaiknya dihindari (berpotensi mengadu kepada pihak berwajib).

Dalam praktik global, peran runner ini ideal diambil oleh mantan pemain. Mantan pemain adalah mereka yang sangat tahu situasi dan kondisi lapangan. Runner jenis ini bisa menghadirkan jaringan “permainan” paling efisien dan menjanjikan.

Meski begitu runner juga kadang bukan orang yang tahu persis kondisi lapangan, sehingga ia membutuhkan “pegangan” lainnya, yang bisa membuat jalur match-fixing lebih berlapis-lapis lagi. Karena runner adalah orang yang tahu siapa yang paling bisa “dipegang”, pihak yang bisa “dipegang” itu biasa disebut project manager.

Project manager adalah pihak yang memiliki pengaruh langsung kepada para “pemain”. Project manager biasa diperankan oleh pemain berpengaruh, pelatih, pemilik kesebelasan, pejabat kesebelasan, atau pejabat federasi.

Dengan jalur-jalur seperti ini, meski panjang dan berlapis-lapis, namun bisa membuat jaringan yang kuat dan sulit terdeteksi. Mereka yang biasanya mudah ditangkap juga biasanya adalah dari layer runner ke bawah (sampai para “pemain”), sementara koruptor dan orang-orang atas lebih sulit tertangkap.

Pemain Pasif Kelas Kakap

Bola Pelangi

Ante Sapina mengungkap bahwa para koruptor sepertinya bisa mengatur pertandingan dengan mudah karena dua alasan (Dok. Bola Pelangi)

Dalam setiap aksinya, koruptor tentu butuh pelindung. Jika sosok pelindung itu tak bisa mereka dapatkan dari guarantor (runner atau agen), mereka akan meminta ke tingkat yang lebih tinggi, seringnya underground.

Pada laporan Federasi Sepakbola Zimbabwe 2011, grup pengatur pertandingan dari Asia bisa mengatur banyak pertandingan tim nasional mereka selama tiga tahun karena mendapat perlindungan dari pejabat senior federasi, pemain, dan bahkan wartawan yang mengaver berita-berita di pertandingan tersebut.

Grup match-fixer Asia lainnya juga bisa mengatur pertandingan-pertandingan Eropa (terutama Italia dan Eropa Timur) karena mendapat perlindungan dari kriminal Balkan yang punya akses kepada pemain, wasit, dan pejabat federasi.

Kompetisi sepakbola yang bobrok memiliki persentase pertandingan yang sudah diatur lebih banyak daripada yang tidak diatur. Karena jaringan ini sudah terjadi secara “alamiah”, pihak-pihak yang terlibat di dalamnya pun sudah sama-sama tahu dan saling membutuhkan.

“Kadang kesebelasan berteman satu sama lain. Mereka mau menolong sesama. Para bos lalu bertaruh kepada hasil pertandingan. Ini banyak terjadi di divisi-divisi bawah,” kata Milan Sapina, seorang koruptor, yang mengaku kepada Declan Hill pada 2007.

Kata Sapina, para koruptor sepertinya bisa mengatur pertandingan dengan mudah karena dua alasan. Pertama karena mereka memiliki aliansi dengan para koruptor lainnya, terutama di Asia. Kedua karena mereka punya koneksi kepada pemilik sepakbola lokal yang sudah membuat match-fixing sebagai strategi bisnis mereka untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Dari sini kita sama-sama tahu jika “pemain” yang paling mudah adalah mereka yang juga “bermain”. Mereka yang juga “bermain” biasanya adalah mereka yang berkuasa dan memiliki banyak uang.

Itu juga yang membuat jalur kasus match-fixing mustahil ditelanjangi. Biasanya orang-orang di atas ini lah yang berperan sebagai “pemain” —meski pasif— tapi kelas kakap. Mereka sulit diungkap dan ditangkap, dan kalaupun terungkap, mereka bisa membalikkan tuduhan; justru pengungkap kasus yang akan dihukum, bukan mereka. Semua karena mereka punya kuasa dan punya uang.

Jadi pertanyaannya: bisakah praktik global ini dibasmi? Tentu saja bisa. Salah satu yang mengawali pemberantasan adalah dengan pendeteksian yang baik. Kepolisian dan media memegang peranan besar di situ.

Bagaimanapun juga match-fixing, meski sudah berskala global, adalah penipuan publik; yang kena tipu itu berjuta-juta orang.

Bolapedia

Liga Inggris Pekan Ini Sukar Ditebak, Nasib Prediksi?

Published

on

Liga Inggris Pekan Ini Sukar Ditebak, Nasib Prediksi?

Anggapan bahwa liga Inggris pekan ini sangat susah ditebak atau diprediksi memang tepat. Tim raksasa sekelas Arsenal berhasil ditaklukkan oleh klub Tottenham Hotspur. Kemenangan ini juga menjadi tonggak dari klub ini dalam menutup buku rekor hitamnya.

Klub yang kerap disebut sebagai The Lilywhites ini dalam klasemen akhir liga Inggris sudah dipastikan akan berada di atas tim Arsenal. The Gunners berakhir dengan catatan buruk. Tim ini mengukir catatannya saat melakoni laga di White Hart Lane.

Dilansir dari bandarjudiqq 66, Arsenal dihantam kekalahan dengan skor dua gol tanpa perlawanan. Tentu saja ini hal yang memalukan bagi The Gunners, sedangkan bagi The Lilywhites pertandingan ini merupakan laga yang sangat membanggakan. Kedua tim ini mempunyai selisih yang cukup lebar, yakni mencapai 17 angka.

Tetapi keuntungan didapatkan oleh Spurs, sebab Arsenal hanya memiliki lima laga lagi, maka sudah jelas tidak mungkin untuk menyusul apalagi mengalahkan peringkat dari tim asuhan Maurido ini.

Maurido Pochettino menyebutkan bahwa tim asuhannya sudah menunggu lama untuk memenangkan finish di atas klub Arsenal. Pelatih sekaligus manajer ini mengatakan bahwa klubnya harus menunggu selama 22 tahun untuk merayakan kemenangan ini.

Maka dari itu, strategi serta pemain yang tepat, dengan keahlian dan posisi yang tepat, akan membuat klub ini terus berjaya dalam laga. Tetapi liga Inggris pekan ini memang sukar diprediksi. Gelar juara merupakan hal paling utama yang dicari oleh seluruh klub liga Inggris.

Dengan penampilan yang sempurna serta manuver yang cantik dan canggih, Maurido optimis bahwa timnya akan membawa gelar juara. Secara komprehensif, tim asuhannnya memang mempunyai kelebihan dan layak untuk memang. Maka sangat wajar jika Maurido sangat percaya diri.

Baginya ini merupakan keberhasilan dirinya dalam mengasuh dan membina serta mengelola klub. Dengan menargetkan diri untuk menyabet gelar juara liga, perjuangan sudah hampir selesai. Hanya saja perlu diingatkan kembali bahwa liga Inggris pekan ini sangat sukar ditebak, sehingga dibutuhkan analisis yang sangat mendalam untuk mengerti jalannya laga.

Continue Reading

Bolapedia

Mengubah Citra Klub Sepakbola Lewat Sponsor

Published

on

Mengubah Citra Klub Sepakbola Lewat Sponsor

Dari keripik, cat tembok, operator telepon selular, perusahaan perjudian, sampai maskapai penerbangan. Endorsement bernilai tinggi adalah hal menggiurkan bagi klub sepakbola. Tetapi apakah itu sebanding dengan yang didapatkan klub?

Musim ini Liverpool mengumumkan kerja sama dengan maskapai penerbangan negara kita, Garuda Indonesia. Lambang satu dari beberapa kebanggaan negara ini terpampang di kaus (latihan), jaket, papan iklan stadion, dan tempat-tempat menarik lainnya yang berkaitan dengan Liverpool.

Pemasaran adalah segalanya bagi endorsement. Ini adalah alasan utama Manchester United yang tidak sukses musim lalu, justru mendapatkan pemasukan yang melebihi tim-tim yang sekarang berlaga di Liga Champions.

Meski kebangkitan sponsorship dalam sepakbola bisa dikatakan mendatangkan gelontoran uang banyak, tak jarang hal ini harus ditukar dengan “jiwa” klub sepakbola sendiri. Ya, inilah realita klub modern yang harus menukar esensi demi menjaga eksistensi dan kondisi keuangan mereka sendiri.

Asia sebagai Pabrik Sponsor

Sejak papan iklan menjadi tren di sepakbola Inggris pada tahun 1970-an, uang sponsor sudah merambat dan menggerogoti setiap sisi stadion dan setiap helai jersey yang dipakai oleh para pemain.

Pada Juli 1979, Liverpool-lah yang membuat tren penggunaan sponsor pada seragam sepakbola menjadi booming. Saat itu, mereka dikontrak oleh Hitachi. Pabrik elektronik asal Jepang tersebut dikabarkan membayar 50 ribu pounds untuk sponsorship itu, satu nilai yang sangat ‘wah’ pada masanya.

Meski banyak klub mengikuti jejak Liverpool, penggunaan sponsor pada seragam tim sempat dilarang sampai tahun 1983. Saat itu sempat terjadi kasus mencengangkan ketika Coventry City ingin mengubah namanya menjadi Coventry Talbot, yang diambil dari nama perusahaan mobil lokal.

Sekarang, Liga Premier Inggris sudah lebih dari dua dekade menampilkan nama sponsor di depan namanya. Ini memang menjadi tamparan sekaligus menjadi kebangkitan dari potensi yang dimiliki pemasaran dalam sepakbola.

Dalam satu dekade saja banyak hal yang dulunya dianggap tabu menjadi terlihat biasa saja: hak penamaan stadion, background pada konferensi pers yang menampilkan logo-logo sponsor, papan iklan di stadion, iklan di media klub, bahkan pengubahan nama klub.

Liga Inggris memang telah menjadi alat pemasaran terbesar dalam dunia olahraga bersama Formula 1 (yang seragam dan mobilnya dipenuhi banyak sekali sponsor). Bedanya, di Liga Inggris, bahkan tim kecil sekalipun bisa berpotensi menjadi alat pemasaran.

Sebagai raksasa industri, China pertama kali menginjakkan kakinya di Liga Premier dengan mensponsori Everton pada musim 2002-2003. Mereka menggunakan Kejian, perusahaan telepon genggam, sekaligus bersedia membayar gaji pemain China yang bermain di Everton, Li Tie.

Bagi klub, menggunakan merek dari Asia bisa menjadi hal bagus. Mereka bisa mendapatkan ekspos, fans baru, dan uang yang bisa mereka habiskan untuk apa saja.

Mesin Komersial Penghasil Uang

Berdasarkan laporan Deloitte musim lalu, Manchester United mendapatkan 363,2 juta poundsterling dari pendapatan matchday, hak siar, dan komersial. Angka ini adalah angka yang paling besar di antara seluruh tim Liga Inggris lainnya. Di bawah mereka ada tim tetangga, Manchester City, dengan angka 271 juta poundsterling.

Patut diperhatikan bahwa 42% pendapatan MU berasal dari sektor komersial, melebihi matchday dan hak siar. Mereka memiliki 40 kontrak resmi yang mengkomunikasikan seluruh dunia. Dari wine asal Chile (Casillero del Diablo) sampai perusahaan keripik asal Malaysia (Mister Potato), sangat mudah melihat kekuatan komersial The Red Devils. Mereka memiliki strategi komersial yang terstruktur dan orang-orang yang tepat untuk mengiklankan klub dan juga sponsor mereka.

Otak di balik deal pemasaran MU adalah Richard Arnold, sang direktur komersial. Tidak heran, MU yang terletak di kota Manchester, memiliki kantor pusat pemasaran mereka di kota London.

Pekerjaan Arnold tidaklah mudah, ia harus merinci banyak kontrak potensial yang dijejalkan kepada klub untuk kemudian dipilih beberapa saja yang paling potensial. Untuk mendukung keputusannya itu, ia dan klub sampai membuka “kantor cabang” di Hong Kong dan juga satu lagi yang rencananya akan dibuka di New York.

Jika melihat kasus ini, kita bisa mengira-ngira bahwa tim-tim kecil memang tidak memiliki kesempatan sebesar MU. Tercatat, sesuai dengan laporan Deloitte juga, hanya kemampuan finansial City yang mampu menyaingi pasar MU secara global.

Masih menurut Deloitte, kesempatan terbesar mengenai dana selalu berasal dari sektor maskapai penerbangan. Maskapai penerbangan ini memang sangat bersifat internasional, begitu pula dengan kartu kredit dan perusahaan telepon genggam.

Hal ini menyebabkan terbatasnya deal yang bisa klub jalankan bersama perusahaan-perusahaan di atas. Biasanya, hanya satu saja dari masing-masing perusahaan di atas yang bisa melakukan perjanjian kerja sama dengan klub.

Ditambah lagi kebijakan dari masing-masing negara (asal perusahaan), maka klub tidak bisa seenaknya melakukan kesepakatan dengan lebih dari satu perusahaan besar di suatu negara.

Perusahaan akan mendapatkan nilai tambah, sementara fans juga pasti mau memakai produk yang berkaitan dengan klub yang mereka bela. Secara teoritis, lebih banyak sponsor, maka akan lebih banyak juga uang yang akan datang.

Musim lalu saja misalnya, kita bisa melihat wajah Wayne Rooney sebagai bintang iklan Mister Potato (bahkan bermain video klip bersama dengan Nidji dan Mister Potato).

“Dapatkah Anda memberitahu kepada saya apa itu Mister Potato sebelum iklan ini muncul?” tanya Arnold, khususnya kepada mereka yang bukan berasal dari negara Asia Tenggara yang sudah sedikit familiar dengan merek keripik kentang itu.

Itulah kekuatan pemasaran sebagai brand awareness.

Klub Menjual Diri

Meski membutuhkan gelontoran uang, tak semua sponsor bisa diambil klub, meski mereka menawarkan nilai yang fantastis. Klub, terutama mereka yang besar, tetap perlu berkalkulasi terutama untuk menjaga citra positif.

Mereka tidak mau dengan mudahnya menjual diri mereka, tidak seperti tim-tim kecil atau tim dari liga seperti liga di Skandinavia yang bisa sampai memiliki 15 sponsor di seragam, yang diletakkan sampai ke bagian belakang baju, lengan, celana, bahkan kaus kaki.

Barcelona menjadi contoh yang meninggalkan image mereka dengan menandatangani kerja sama sponsor bersama Qatar Airways. Padahal sudah 100 tahun lebih seragam mereka dijaga kesuciannya dari “kotornya” komersialisasi.

“Jika kita mau menjadi tim paling top, kita butuh dana,” kata Sandro Rossell, mantan presiden Barcelona.

Namun, tidak semua kesepakatan sponsor berjalan dengan damai. Kadang pemasaran menimbulkan banyak perdebatan, terutama bagi para fans.

Tetapi ini tidak menghalangi klub untuk melakukan kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan. Bahkan caranya pun kian kreatif, yaitu dengan dengan menjual fasilitas klub untuk penamaan serta re-brand, seperti kasus Cardiff City yang mengubah warna klub mereka dari biru ke merah.

Contoh lainnya juga ada pada klub Kota New York, Salzburg, dan Leipzig yang semuanya disponsori oleh Red Bulls. Secara otomatis nama klub mereka berubah.

“Saya lebih rela jika klub menjadi komersil, tetapi kita bisa bersaing di tingkat atas daripada harus menjadi klub semenjana. Saya memang tidak senang, tetapi tidak ada pilihan lain,” kata Peter Ribbons, seorang fans Cardiff.

Tidak semua fans senang dengan perubahan ini. Cardiff, yang kini harus kembali berlaga di Championship akibat degradasi dari Liga Primer pada musim lalu, dijanjikan oleh pemilik klub (Vincent Tan) untuk kembali memakai warna biru jika mereka bisa kembali ke Liga Primer secara instan musim depan.

Protes keras fans juga terjadi di Salzburg. Setelah Red Bull Salzburg terbentuk. Salah seorang fans berujar, “Ini adalah klub baru yang tidak memiliki sejarah”. Apa mau lacur, seragam Salzburg yang tadinya berwarna ungu pun diganti dengan cuma-cuma menjadi warna merah dan biru.

Mereka memang sukses menjuarai Liga Austria lima kali. Namun, saking muaknya, ribuan fans idealis pun lalu membuat klub sendiri yang berwarna ungu, SV Austria Salzburg.

Kesimpulan

Sponsor adalah sebuah model bisnis yang kuat yang dapat menjadi faktor eksternal yang berpengaruh bagi internal tim di atas lapangan. Dari segi bisnis, sponsor sebagai pemasaran sepakbola adalah hal menguntungkan.

Namun, hal ini juga seringkali menciptakan citra tertentu bagi klub. Tinggal sebesar apa pengaruh image (citra) sponsor tersebut pada identitas klub yang telah terbentuk selama puluhan, bahkan ratusan, tahun. Satu hal yang jelas: semakin besar image yang diciptakan sponsor, tentunya akan semakin besar juga uang yang klub dapatkan.

Apakah uang adalah segalanya di sepakbola? Untuk sementara jawabannya adalah “Ya. Benul: benar dan betul!”, dan mungkin jawaban ini akan bertahan untuk waktu yang sangat panjang.

Continue Reading

Bolapedia

Ambisi Qatar di Piala Asia 2019, Tumbangkan Sang Tuan Rumah

Published

on

Ambisi Qatar di Piala Asia 2019, Tumbangkan Sang Tuan Rumah

Qatar menunjukkan perkembangan signifikan jelang debut mereka di Piala Dunia 2022 ketika menjadi tuan rumah. Keberhasilan Qatar melaju ke partai final Piala Asia 2019 telah menjadi pencapaian bersejarah dalam sepakbola mereka.

Qatar memperlihatkan diri bisa membuat kejutan saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Keberhasilan mereka melangkah ke final Piala Asia 2019 dengan skuad muda menjadi indikasi pasukan Felix Sanchez Bas tidak mau sekadar jadi penggembira.

Tim berjuluk Al-Annabi melangkah ke final bersua Jepang pada babak final Piala Asia 2019 di Zayed Sport City, Uni Emirat Arab (UEA) nanti malam. Sebenarnya, kalah atau menang melawan Jepang, Qatar sudah memperlihatkan mereka tak bisa dipandang sebelah mata.

Mereka sudah mengejutkan Piala Asia. Berstatus non-unggulan, Hasan Al Heidos dkk mematahkan prediksi dengan keluar sebagai juara Grup E. Berturut-turut Qatar menyingkirkan tim-tim kuat macam Irak 1-0 (16 besar), Korea Selatan 1-0 (perempat final), dan tuan rumah UEA 4-0 (semifinal). Hebatnya, Qatar melaju ke final dengan rekor 100%.

Ambisi Qatar di Piala Asia 2019, Tumbangkan Sang Tuan Rumah

Pemain Qatar (Dok. Onbet 789)

Qatar sukses menembus babak puncak turnamen untuk pertama kalinya berkat aihan kemenangan besar 4-0 atas tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga semi-final, Selasa (29/1) kemarin.

Sebuah prestasi yang sangat diapresiasi oleh pelatih mereka, Felix Sanchez Bas, yang memberikan kredit khusus kepada kinerja Federasi Sepakbola Qatar (QFA) dengan program bermanfaat bagi kemajuan sepakbola.

Bas menilai, program yang telah dirancang matang menjadi poin penting mencuatnya Qatar di Piala Asia 2019. “Kami telah mendapatkan banyak kepercayaan diri. Tetapi, apa yang kami perlihatkan sejauh ini bukanlah sebuah kejutan. Kami telah bekerja keras mencapai tahap ini selama bertahun-tahun,” ungkap Bas dilansir bandarjudiqq daftar99.

Meski telah menembus final Piala Asia pertama kalinya sepanjang sejarah, Bas mengatakan pasukannya termotivasi membawa Qatar meraih trofi perdana di turnamen kompetitif. Guna mewujudkannya, Bas bakal memaksimalkan komposisi terbaik. Almoez Ali yang merupakan pencetak gol terbanyak sementara Piala Asia 2019 dengan delapan gol diplot sebagai andalan lini depan.

Qatar tinggal selangkah lagi untuk bisa mewujudkan sejarah lainnya dengan menjadi juara Piala Asia apabila mampu mengalahkan raksasa Asia, Jepang di Zayed Sports City Stadium, Abu Dhabi, Jumat ini.

Continue Reading

Trending