Connect with us
Link Alternatif SBOBET

Bolapedia

Cara Memberantas dan Mencegah Match-Fixing

Published

on

Link Alternatif SBOBET 2019

Di seluruh dunia, sepakbola dimainkan dengan peraturan yang sama. Maka ketika ada yang mencoba mengatur pertandingan (match-fixing), itu adalah tindakan korupsi. Tindakan korupsi termasuk penipuan dan bisa dihukum pidana.

Declan Hill, seorang akademisi dan jurnalis yang mengkhususkan dirinya kepada kasus-kasus match-fixing, berpendapat jika olahraga di Asia (bukan hanya sepakbola) adalah sebuah opera sabun komikal yang terkenal karena lawakan dan pengaturannya, bukan karena prestasi atlet-atletnya.

Semua hal tentang match-fixing berakar dari Asia. Dalam bukunya yang berjudul The Insider’s Guide to Match-Fixing in Football, Declan mengatakan jika ada sekitar dua lusin bandar judi yang merupakan kepala sindikat perjudian nasional di seluruh Asia.

“Masing-masing sindikat ini mengendalikan satu negara atau bagian substansial dari bisnis suatu negara. Salah satu rekan mereka mengatakan kepadaku bahwa mereka tidak suka istilah bandar judi (bookies); mereka lebih suka super-agents dan orang yang bekerja untuk mereka adalah agent. Ini karena taruhan masih ilegal di sebagian besar negara-negara Asia, sehingga istilah bandar terlalu banyak menarik perhatian yang tidak diinginkan,” tulis Declan.

Menurutnya, para bookies berbasis di Hanoi, Bangkok, Johor Bahru, Taiwan, Jakarta, dan Manila. Kepemilikan, struktur, dan peran penting dari kepercayaan pada tingkat jaringan perjudian ilegal ini mirip dengan perdagangan heroin Asia dan bergantung pada koneksi komunitas antar etnis Tionghoa. “Di dunia judi, semua super-agent dalam struktur nasional adalah etnis Tionghoa,” tulis Declan.

Mengungkap Tidak Sama dengan Memberantas, Apalagi Mencegah

Link Alternatif SBOBET

Pada dasarnya, match-fixing itu sangat sulit dan sangat mahal untuk dapat terjadi. Oleh karena itu, ada banyak cara untuk memberantas dan mencegahnya (Dok. Link Alternatif SBOBET)

Satu hal yang perlu kita tahu, match-fixing tidak pernah menjadi hal yang sederhana. Banyak orang yang tidak menyukai match-fixing, bahkan para koruptor juga tak menyukainya.

Ini bukan persoalan moral atau agama, tapi soal uang. Jika para koruptor bisa menang dengan jujur, mereka pasti memilih itu. Jika pertandingan dimenangi secara jujur, koruptor tak perlu menghabiskan uang dan sumber daya (runner, agen, dsb) tambahan. Sementara jika pertandingan menghasilkan kekalahan yang jujur, para koruptor juga tak kehilangan sepeserpun uang mereka.

Beda cerita jika pertandingan yang sudah mereka atur malah gagal (tidak sesuai dengan kemauan mereka padahal mereka sudah membayar), maka para koruptor akan kehilangan hasil pertandingan sekaligus uang dan sumber daya yang mereka gunakan untuk mengatur pertandingan.

Pada dasarnya, match-fixing itu sangat sulit dan sangat mahal untuk dapat terjadi. Oleh karena itu, ada banyak cara untuk memberantas dan mencegahnya.

Mengungkap, memberantas, dengan mencegah tentu tiga hal berbeda. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya juga, pengungkapan match-fixing umumnya dilakukan oleh polisi dan media. Acara seperti Mata Najwa (bahkan sampai dua jilid, sejauh ini) mampu mengungkapkan beberapa whistleblower yang mau mengaku “bermain”.

Namun acara seperti Mata Najwa (media) bukanlah penegak hukum yang bisa memproses kasus match-fixing. Maka penegak hukum selanjutnya yang memegang peranan penting, yaitu kepolisian.

Keseriusan media dalam mengungkap mafia sepakbola akhirnya dijawab dengan dibentuknya satgas pengaturan skor yang dipimpin langsung Kapolri, Tito Karnavian. Pertanyaan selanjutnya setelah ada berbagai pengungkapan: bagaimana cara memberantas dan kemudian mencegahnya?

Berikut adalah cara pemberantasan dan pencegahan yang mayoritas kami ambil dari bab How We Can Win pada buku Declan Hill, The Insider’s Guide to Match-Fixing in Football.

Fasilitasi dan Lindungi Whistleblower

Sbobet Link Alternatif

eran whistleblower (pengaku) itu sangat penting. Di luar negeri pun pengungkapan kasus-kasus seperti ini selalu melibatkan whistleblower(Dok. Sbobet Link Alternatif)

Untuk kasus-kasus match-fixing, peran whistleblower (pengaku) itu sangat penting. Di luar negeri pun pengungkapan kasus-kasus seperti ini selalu melibatkan whistleblower. Meski efektif, jarang ada whistleblower yang ingin mengaku di media seperti Bambang Suryo, Lasmi Indaryani, dan Budhi Sarwono.

Mereka yang mengaku, bagaimana juga, umumnya adalah pelaku yang bersalah. Kasus yang sudah-sudah, para whistleblower malah dihukum, bukan diberi penghargaan. Orang pertama yang membuka kasus korupsi (secara umum) memang jarang hidup nyaman.

Maka dari itu agar kasus-kasus seperti ini bisa terungkap, diberantas, dan dicegah, para whistleblower harus dilindungi.

Masalahnya memang mencari whistleblower itu sangat sulit. Tidak ada yang suka menceritakan kejelekan mereka sendiri bersama para rekannya. Oleh karena itu salah satu cara mendukung mereka untuk melapor adalah dengan pembentukan hotline atau call center yang independen.

Para pengaku bisa membuat laporan dengan menelepon hotline tersebutKerahasiaan mereka juga terjaga dengan cara ini.

Sistem Kompetisi Agar Minim Disusupi Mafia
Login Link Alternatif SBOBET

Cara paling efektif dan ramah biaya untuk mengganggu praktik match-fixing adalah dengan rancangan turnamen yang lebih baik (Dok. Login Link Alternatif SBOBET)

Cara paling efektif dan ramah biaya untuk mengganggu praktik match-fixing adalah dengan rancangan turnamen yang lebih baik. Pada banyak kasus, pengaturan pertandingan umumnya terjadi pada pertandingan yang setidaknya salah satu pihak menganggapnya sebagai pertandingan tidak penting.

Pada NBA (liga bola basket Amerika Serikat), banyak tim yang berusaha kalah sebanyak-banyaknya menjelang akhir musim untuk menduduki peringkat bawah. Mereka melakukannya karena peringkat yang lebih bawah akan mendapatkan jatah draft pick yang lebih tinggi di musim berikutnya.

Hal serupa juga pernah terjadi pada kasus “sepakbola gajah” antara PSS Sleman dan PSIS Semarang pada 2014, di mana terdapat lima gol bunuh diri dalam enam menit antara kedua kesebelasan karena keduanya sama-sama ingin menghindari calon lawan kuat di fase gugur jika mereka menang.

Pada sistem kompetisi seperti liga dengan 18 kesebelasan, misalnya tidak ada bedanya finis antara posisi ke-10 dengan ke-11. Pertandingan penting menjelang akhir musim adalah pertandingan yang melibatkan gelar juara atau degradasi. Oleh karena itu kebanyakan pertandingan papan tengah bisa “dijual” kepada yang lebih membutuhkan.

Hal ini bisa dihindari dengan pemberian insentif yang lebih besar untuk setiap peringkat. Ada bedanya finis di peringkat ke-10 dengan ke-11, misalnya Rp100 juta. Jika itu dilakukan, kemungkinan terjadinya match-fixing memang akan tetap ada, namun harganya akan lebih mahal.

Selain insentif yang berbeda di setiap posisi klasemen liga, pemberian bonus penghargaan juga bisa menjadi motivasi sekaligus meminimalisasi match-fixing: seperti kesebelasan yang paling sedikit kebobolan, kesebelasan paling sedikit kartu kuning, atau di Indonesia bisa diterapkan misalnya gelar seperti “kesebelasan terbaik Indonesia Tengah”, dll.

Solusi lain yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan sistem setengah kompetisi seperti di Premiership Skotlandia atau Ekstraklasa Polandia.

Mereka menerapkan liga dengan jumlah peserta sedikit. Setengah kompetisi pertama memainkan pertandingan kandang-tandang dengan komplet, namun setengah kompetisi sisanya dilanjutkan dengan fase play-off yang menyisakan dua bagian: setengah kesebelasan teratas akan memainkan babak play-off championship, sementara setengah kesebelasan terbawah akan memainkan babak play-off degradasi.

Dengan skema liga seperti ini, setiap pertandingan akan penting untuk setiap kesebelasan sehingga akan menimalisasi potensi korupsi.

Pada intinya semakin sedikit pertandingan, maka akan semakin baik; sekaligus akan semakin kecil bisa “dimainkan”. Semakin banyak pertandingan, berarti akan semakin banyak juga pertandingan yang tidak penting. Oleh karena itu liga yang memiliki peserta lebih banyak, misalnya 20 kesebelasan, lebih rentan disusupi match-fixing daripada liga yang hanya memiliki 10 kesebelasan.

Membatasi Pergerakan Mafia
Link Alternatif SBOBET Tanpa Blokir

Selain menurunkan rasa kepercayaan di antara para koruptor, pencegahan juga bisa dilakukan dengan memonitor pasar taruhan (Dok. Link Alternatif SBOBET Tanpa Blokir)

Untuk membatasi pergerakan mafia (koruptor), biasanya pihak terkait akan mencoba meningkatkan rasa kepercayaan di antara para pejabat, administrator kesebelasan, pemain, dan wasit. Namun sejujurnya itu sulit dilakukan karena semua orang memiliki kepentingan masing-masing.

Maka dari itu yang harus dilakukan dalam memberantas dan mencegah match-fixing adalah dengan menurunkan rasa kepercayaan (alias meningkatkan kecurigaan) di antara para koruptor. Itu bisa dilakukan dengan kampanye buka-bukaan untuk menjebak para koruptor.

Contohnya begini: Pejabat liga dan pejabat kesebelasan terpilih akan mendekati calon koruptor dan mengusulkan pengaturan pertandingan. Jika koruptor tidak segera melaporkan pendekatan kepada pihak berwajib (misalnya polisi), maka dia akan menghadapi hukuman.

Seorang koruptor pada awalnya tidak bisa membedakan antara pendekatan “jujur” untuk match-fixing dan pendekatan “tidak jujur”. Pada akhirnya mungkin koruptor bisa tetap beraksi, tetapi kita dapat mengasumsikan bahwa sinyal-sinyal ini akan membuat biaya match-fixing semakin tinggi.

Selain menurunkan rasa kepercayaan di antara para koruptor, pencegahan juga bisa dilakukan dengan memonitor pasar taruhan; bisa melalui pihak ketiga seperti Genius Sport (yang sudah dilakukan PSSI). Bagaimana juga pertandingan yang berpotensi disusupi biasanya memiliki odds(peluang atau voor-voor-an) yang aneh.

Selanjutnya pembatasan pergerakan koruptor juga bisa dilakukan dengan memutus akses komunikasi. Akses ke hotel kesebelasan, lapangan latihan, sampai stadion harus dibatasi untuk orang-orang yang berkepentingan. Bahkan telepon genggam para pemain, wasit, dan administrator kesebelasan juga dimonitor.

Pada kejuaraan tenis Perancis Terbuka, pihak penyelenggara turnamen sengaja memasang alat yang membuat alat-alat komunikasi menjadi macet (jammed) di dalam stadion untuk menghindari informasi judi bisa keluar dari stadion.

Cara lain yang ternyata biasa dilakukan pihak liga di luar negeri adalah mengganti wasit secara tiba-tiba beberapa saat sebelum pertandingan. Mengganti wasit tidak sama dengan mengumumkan secara tiba-tiba. Jika pihak liga mengumumkan secara tiba-tiba, mereka justru bisa dicurigai menyembunyikan sesuatu yang berpotensi ada “permainan” di sana. Hal ini menjadi penting karena koruptor juga umumnya mendekati wasit.

Pembentukan Badan Anti-Korupsi Olahraga Internasional
Link Alternatif SBOBET Tanpa Blokir

Badan Anti-Korupsi Olahraga ini akan memiliki unit intel yang mengumpulkan informasi tentang potensi koruptor dan pendekatan mereka, sertifikasi “anti-korupsi” (Dok. Link Alternatif Sbobet Tanpa Blokir)

Sepanjang bukunya, Declan menyimpulkan jika korupsi terjadi pada segala lapisan pengurus sepakbola, dari mulai pemain, pejabat federasi, mafia kelas kakap, bahkan polisi. Maka dari itu salah satu cara memberantas korupsi adalah dengan membentuk badan anti-korupsi yang independen.

Declan memberi contoh WADA (Badan Anti-Doping Dunia) yang berhasil mengungkapkan, memberantas, dan mencegah doping di olahraga. Cara itu juga bisa diterapkan pada kasus-kasus match-fixing. Jika dipersempit di Indonesia saja, mungkin penerapannya sama seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Badan Anti-Korupsi Olahraga ini akan memiliki unit intel yang mengumpulkan informasi tentang potensi koruptor dan pendekatan mereka, sertifikasi “anti-korupsi” kepada organisasi-organisasi olahraga yang dianggap bersih.

Ide ini sangat baik di atas kertas. Namun pada kenyataannya nanti, siapa yang akan membiayai mereka? Declan menyediakan jawaban yang sangat sederhana: industri perjudian olahraga yang akan membiayai Badan Anti-Korupsi Olahraga.

Perjudian di Indonesia memang dianggap tabu, tapi tidak dengan di internasional. Perputaran uang di pasar taruhan sangat besar. Sports gambling memiliki sisi komersial dan moral untuk memastikan olahraga terlindungi dari mafia.

Di sini, Declan menawarkan solusi berupa integrity charge yang hanya tidak lebih dari 1% dari setiap taruhan yang dilakukan. Jika persentase itu dirasa sangat kecil, ternyata itu saja bisa menghasilkan puluhan miliar dolar AS setiap tahunnya.

Soal perjudian ini, sepakbola Inggris juga mengalami perbaikan soal kasus-kasus match-fixingpada 1950 dan 1960-an setelah mereka menghapus batas gaji maksimal dan pelegalan gambling.

Ujung-Ujungnya Duit

Link Alternatif SBOBET 2019

Masalah uang ini juga berlaku sebaliknya, yaitu untuk menghukum pihak-pihak yang terlibat (Dok. Link Alternatif SBOBET 2019)

Pemerintah Singapura (yang merupakan salah satu sarang mafia judi bola) memiliki cara efektif menghentikan korupsi dengan membayar pejabat-pejabat mereka dengan gaji tinggi dan tepat waktu. Penunggakan gaji adalah motivasi terbesar bagi pemain, wasit, administrator kesebelasan, dan pejabat untuk terlibat korupsi.

Apapun yang terjadi, “profesional” mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (lawan kata amatir). Selama itu tak terjadi, “profesional” adalah jargon semata.

Pada liga yang menjunjung profesionalisme paripurna, pihak liga atau federasi biasa menyuruh kesebelasan menyetor seluruh gaji pemain dan pengurus kesebelasan mereka di awal musim dan tengah musim pada akun bank independen yang secara otomatis akan menyetor uang tersebut setiap jangka waktu tertentu (per pekan, per bulan, atau per musim).

Masalah uang ini juga berlaku sebaliknya, yaitu untuk menghukum pihak-pihak yang terlibat. Denda yang dijatuhkan harus tinggi dan tak pandang bulu. Seringnya kasus match-fixing akan membuat jera jika pemain, wasit, administrator kesebelasan, atau pejabat yang memiliki profil tinggi lah yang dihukum; artinya hukuman tak pandang bulu.

Hukuman lain yang membuat jera antara lain adalah dilarang terlibat di olahraga seumur hidup. Kebijakan yang harus diambil juga sebaiknya “one-strike-you-are-out”, alias sekalinya bersalah langsung dihukum, tanpa peringatan.

Kemudian khusus bagi Indonesia, rangkap jabatan antara pejabat kesebelasan dan pejabat federasi juga sangat memungkinkan terjadinya “permainan”, sehingga rangkap jabatan semacam ini harus dihilangkan, apalagi PSSI juga punya slogan “profesional dan bermartabat”. Memang mereka tidak/belum terbukti terlibat, tapi stigma masyarakat sudah terlanjur jelek kepada mereka. Semua keputusan menjadi penuh kecurigaan.

Olahraga dan sepakbola mengajarkan banyak hal positif kepada generasi-generasi manusia. Oleh karena itu kita semua harus melindungi olahraga dan sepakbola dari praktik-praktik kotor para koruptor.

Bolapedia

Liga Inggris Pekan Ini Sukar Ditebak, Nasib Prediksi?

Published

on

Liga Inggris Pekan Ini Sukar Ditebak, Nasib Prediksi?

Anggapan bahwa liga Inggris pekan ini sangat susah ditebak atau diprediksi memang tepat. Tim raksasa sekelas Arsenal berhasil ditaklukkan oleh klub Tottenham Hotspur. Kemenangan ini juga menjadi tonggak dari klub ini dalam menutup buku rekor hitamnya.

Klub yang kerap disebut sebagai The Lilywhites ini dalam klasemen akhir liga Inggris sudah dipastikan akan berada di atas tim Arsenal. The Gunners berakhir dengan catatan buruk. Tim ini mengukir catatannya saat melakoni laga di White Hart Lane.

Dilansir dari bandarjudiqq 66, Arsenal dihantam kekalahan dengan skor dua gol tanpa perlawanan. Tentu saja ini hal yang memalukan bagi The Gunners, sedangkan bagi The Lilywhites pertandingan ini merupakan laga yang sangat membanggakan. Kedua tim ini mempunyai selisih yang cukup lebar, yakni mencapai 17 angka.

Tetapi keuntungan didapatkan oleh Spurs, sebab Arsenal hanya memiliki lima laga lagi, maka sudah jelas tidak mungkin untuk menyusul apalagi mengalahkan peringkat dari tim asuhan Maurido ini.

Maurido Pochettino menyebutkan bahwa tim asuhannya sudah menunggu lama untuk memenangkan finish di atas klub Arsenal. Pelatih sekaligus manajer ini mengatakan bahwa klubnya harus menunggu selama 22 tahun untuk merayakan kemenangan ini.

Maka dari itu, strategi serta pemain yang tepat, dengan keahlian dan posisi yang tepat, akan membuat klub ini terus berjaya dalam laga. Tetapi liga Inggris pekan ini memang sukar diprediksi. Gelar juara merupakan hal paling utama yang dicari oleh seluruh klub liga Inggris.

Dengan penampilan yang sempurna serta manuver yang cantik dan canggih, Maurido optimis bahwa timnya akan membawa gelar juara. Secara komprehensif, tim asuhannnya memang mempunyai kelebihan dan layak untuk memang. Maka sangat wajar jika Maurido sangat percaya diri.

Baginya ini merupakan keberhasilan dirinya dalam mengasuh dan membina serta mengelola klub. Dengan menargetkan diri untuk menyabet gelar juara liga, perjuangan sudah hampir selesai. Hanya saja perlu diingatkan kembali bahwa liga Inggris pekan ini sangat sukar ditebak, sehingga dibutuhkan analisis yang sangat mendalam untuk mengerti jalannya laga.

Continue Reading

Bolapedia

Mengubah Citra Klub Sepakbola Lewat Sponsor

Published

on

Mengubah Citra Klub Sepakbola Lewat Sponsor

Dari keripik, cat tembok, operator telepon selular, perusahaan perjudian, sampai maskapai penerbangan. Endorsement bernilai tinggi adalah hal menggiurkan bagi klub sepakbola. Tetapi apakah itu sebanding dengan yang didapatkan klub?

Musim ini Liverpool mengumumkan kerja sama dengan maskapai penerbangan negara kita, Garuda Indonesia. Lambang satu dari beberapa kebanggaan negara ini terpampang di kaus (latihan), jaket, papan iklan stadion, dan tempat-tempat menarik lainnya yang berkaitan dengan Liverpool.

Pemasaran adalah segalanya bagi endorsement. Ini adalah alasan utama Manchester United yang tidak sukses musim lalu, justru mendapatkan pemasukan yang melebihi tim-tim yang sekarang berlaga di Liga Champions.

Meski kebangkitan sponsorship dalam sepakbola bisa dikatakan mendatangkan gelontoran uang banyak, tak jarang hal ini harus ditukar dengan “jiwa” klub sepakbola sendiri. Ya, inilah realita klub modern yang harus menukar esensi demi menjaga eksistensi dan kondisi keuangan mereka sendiri.

Asia sebagai Pabrik Sponsor

Sejak papan iklan menjadi tren di sepakbola Inggris pada tahun 1970-an, uang sponsor sudah merambat dan menggerogoti setiap sisi stadion dan setiap helai jersey yang dipakai oleh para pemain.

Pada Juli 1979, Liverpool-lah yang membuat tren penggunaan sponsor pada seragam sepakbola menjadi booming. Saat itu, mereka dikontrak oleh Hitachi. Pabrik elektronik asal Jepang tersebut dikabarkan membayar 50 ribu pounds untuk sponsorship itu, satu nilai yang sangat ‘wah’ pada masanya.

Meski banyak klub mengikuti jejak Liverpool, penggunaan sponsor pada seragam tim sempat dilarang sampai tahun 1983. Saat itu sempat terjadi kasus mencengangkan ketika Coventry City ingin mengubah namanya menjadi Coventry Talbot, yang diambil dari nama perusahaan mobil lokal.

Sekarang, Liga Premier Inggris sudah lebih dari dua dekade menampilkan nama sponsor di depan namanya. Ini memang menjadi tamparan sekaligus menjadi kebangkitan dari potensi yang dimiliki pemasaran dalam sepakbola.

Dalam satu dekade saja banyak hal yang dulunya dianggap tabu menjadi terlihat biasa saja: hak penamaan stadion, background pada konferensi pers yang menampilkan logo-logo sponsor, papan iklan di stadion, iklan di media klub, bahkan pengubahan nama klub.

Liga Inggris memang telah menjadi alat pemasaran terbesar dalam dunia olahraga bersama Formula 1 (yang seragam dan mobilnya dipenuhi banyak sekali sponsor). Bedanya, di Liga Inggris, bahkan tim kecil sekalipun bisa berpotensi menjadi alat pemasaran.

Sebagai raksasa industri, China pertama kali menginjakkan kakinya di Liga Premier dengan mensponsori Everton pada musim 2002-2003. Mereka menggunakan Kejian, perusahaan telepon genggam, sekaligus bersedia membayar gaji pemain China yang bermain di Everton, Li Tie.

Bagi klub, menggunakan merek dari Asia bisa menjadi hal bagus. Mereka bisa mendapatkan ekspos, fans baru, dan uang yang bisa mereka habiskan untuk apa saja.

Mesin Komersial Penghasil Uang

Berdasarkan laporan Deloitte musim lalu, Manchester United mendapatkan 363,2 juta poundsterling dari pendapatan matchday, hak siar, dan komersial. Angka ini adalah angka yang paling besar di antara seluruh tim Liga Inggris lainnya. Di bawah mereka ada tim tetangga, Manchester City, dengan angka 271 juta poundsterling.

Patut diperhatikan bahwa 42% pendapatan MU berasal dari sektor komersial, melebihi matchday dan hak siar. Mereka memiliki 40 kontrak resmi yang mengkomunikasikan seluruh dunia. Dari wine asal Chile (Casillero del Diablo) sampai perusahaan keripik asal Malaysia (Mister Potato), sangat mudah melihat kekuatan komersial The Red Devils. Mereka memiliki strategi komersial yang terstruktur dan orang-orang yang tepat untuk mengiklankan klub dan juga sponsor mereka.

Otak di balik deal pemasaran MU adalah Richard Arnold, sang direktur komersial. Tidak heran, MU yang terletak di kota Manchester, memiliki kantor pusat pemasaran mereka di kota London.

Pekerjaan Arnold tidaklah mudah, ia harus merinci banyak kontrak potensial yang dijejalkan kepada klub untuk kemudian dipilih beberapa saja yang paling potensial. Untuk mendukung keputusannya itu, ia dan klub sampai membuka “kantor cabang” di Hong Kong dan juga satu lagi yang rencananya akan dibuka di New York.

Jika melihat kasus ini, kita bisa mengira-ngira bahwa tim-tim kecil memang tidak memiliki kesempatan sebesar MU. Tercatat, sesuai dengan laporan Deloitte juga, hanya kemampuan finansial City yang mampu menyaingi pasar MU secara global.

Masih menurut Deloitte, kesempatan terbesar mengenai dana selalu berasal dari sektor maskapai penerbangan. Maskapai penerbangan ini memang sangat bersifat internasional, begitu pula dengan kartu kredit dan perusahaan telepon genggam.

Hal ini menyebabkan terbatasnya deal yang bisa klub jalankan bersama perusahaan-perusahaan di atas. Biasanya, hanya satu saja dari masing-masing perusahaan di atas yang bisa melakukan perjanjian kerja sama dengan klub.

Ditambah lagi kebijakan dari masing-masing negara (asal perusahaan), maka klub tidak bisa seenaknya melakukan kesepakatan dengan lebih dari satu perusahaan besar di suatu negara.

Perusahaan akan mendapatkan nilai tambah, sementara fans juga pasti mau memakai produk yang berkaitan dengan klub yang mereka bela. Secara teoritis, lebih banyak sponsor, maka akan lebih banyak juga uang yang akan datang.

Musim lalu saja misalnya, kita bisa melihat wajah Wayne Rooney sebagai bintang iklan Mister Potato (bahkan bermain video klip bersama dengan Nidji dan Mister Potato).

“Dapatkah Anda memberitahu kepada saya apa itu Mister Potato sebelum iklan ini muncul?” tanya Arnold, khususnya kepada mereka yang bukan berasal dari negara Asia Tenggara yang sudah sedikit familiar dengan merek keripik kentang itu.

Itulah kekuatan pemasaran sebagai brand awareness.

Klub Menjual Diri

Meski membutuhkan gelontoran uang, tak semua sponsor bisa diambil klub, meski mereka menawarkan nilai yang fantastis. Klub, terutama mereka yang besar, tetap perlu berkalkulasi terutama untuk menjaga citra positif.

Mereka tidak mau dengan mudahnya menjual diri mereka, tidak seperti tim-tim kecil atau tim dari liga seperti liga di Skandinavia yang bisa sampai memiliki 15 sponsor di seragam, yang diletakkan sampai ke bagian belakang baju, lengan, celana, bahkan kaus kaki.

Barcelona menjadi contoh yang meninggalkan image mereka dengan menandatangani kerja sama sponsor bersama Qatar Airways. Padahal sudah 100 tahun lebih seragam mereka dijaga kesuciannya dari “kotornya” komersialisasi.

“Jika kita mau menjadi tim paling top, kita butuh dana,” kata Sandro Rossell, mantan presiden Barcelona.

Namun, tidak semua kesepakatan sponsor berjalan dengan damai. Kadang pemasaran menimbulkan banyak perdebatan, terutama bagi para fans.

Tetapi ini tidak menghalangi klub untuk melakukan kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan. Bahkan caranya pun kian kreatif, yaitu dengan dengan menjual fasilitas klub untuk penamaan serta re-brand, seperti kasus Cardiff City yang mengubah warna klub mereka dari biru ke merah.

Contoh lainnya juga ada pada klub Kota New York, Salzburg, dan Leipzig yang semuanya disponsori oleh Red Bulls. Secara otomatis nama klub mereka berubah.

“Saya lebih rela jika klub menjadi komersil, tetapi kita bisa bersaing di tingkat atas daripada harus menjadi klub semenjana. Saya memang tidak senang, tetapi tidak ada pilihan lain,” kata Peter Ribbons, seorang fans Cardiff.

Tidak semua fans senang dengan perubahan ini. Cardiff, yang kini harus kembali berlaga di Championship akibat degradasi dari Liga Primer pada musim lalu, dijanjikan oleh pemilik klub (Vincent Tan) untuk kembali memakai warna biru jika mereka bisa kembali ke Liga Primer secara instan musim depan.

Protes keras fans juga terjadi di Salzburg. Setelah Red Bull Salzburg terbentuk. Salah seorang fans berujar, “Ini adalah klub baru yang tidak memiliki sejarah”. Apa mau lacur, seragam Salzburg yang tadinya berwarna ungu pun diganti dengan cuma-cuma menjadi warna merah dan biru.

Mereka memang sukses menjuarai Liga Austria lima kali. Namun, saking muaknya, ribuan fans idealis pun lalu membuat klub sendiri yang berwarna ungu, SV Austria Salzburg.

Kesimpulan

Sponsor adalah sebuah model bisnis yang kuat yang dapat menjadi faktor eksternal yang berpengaruh bagi internal tim di atas lapangan. Dari segi bisnis, sponsor sebagai pemasaran sepakbola adalah hal menguntungkan.

Namun, hal ini juga seringkali menciptakan citra tertentu bagi klub. Tinggal sebesar apa pengaruh image (citra) sponsor tersebut pada identitas klub yang telah terbentuk selama puluhan, bahkan ratusan, tahun. Satu hal yang jelas: semakin besar image yang diciptakan sponsor, tentunya akan semakin besar juga uang yang klub dapatkan.

Apakah uang adalah segalanya di sepakbola? Untuk sementara jawabannya adalah “Ya. Benul: benar dan betul!”, dan mungkin jawaban ini akan bertahan untuk waktu yang sangat panjang.

Continue Reading

Bolapedia

Ambisi Qatar di Piala Asia 2019, Tumbangkan Sang Tuan Rumah

Published

on

Ambisi Qatar di Piala Asia 2019, Tumbangkan Sang Tuan Rumah

Qatar menunjukkan perkembangan signifikan jelang debut mereka di Piala Dunia 2022 ketika menjadi tuan rumah. Keberhasilan Qatar melaju ke partai final Piala Asia 2019 telah menjadi pencapaian bersejarah dalam sepakbola mereka.

Qatar memperlihatkan diri bisa membuat kejutan saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Keberhasilan mereka melangkah ke final Piala Asia 2019 dengan skuad muda menjadi indikasi pasukan Felix Sanchez Bas tidak mau sekadar jadi penggembira.

Tim berjuluk Al-Annabi melangkah ke final bersua Jepang pada babak final Piala Asia 2019 di Zayed Sport City, Uni Emirat Arab (UEA) nanti malam. Sebenarnya, kalah atau menang melawan Jepang, Qatar sudah memperlihatkan mereka tak bisa dipandang sebelah mata.

Mereka sudah mengejutkan Piala Asia. Berstatus non-unggulan, Hasan Al Heidos dkk mematahkan prediksi dengan keluar sebagai juara Grup E. Berturut-turut Qatar menyingkirkan tim-tim kuat macam Irak 1-0 (16 besar), Korea Selatan 1-0 (perempat final), dan tuan rumah UEA 4-0 (semifinal). Hebatnya, Qatar melaju ke final dengan rekor 100%.

Ambisi Qatar di Piala Asia 2019, Tumbangkan Sang Tuan Rumah

Pemain Qatar (Dok. Onbet 789)

Qatar sukses menembus babak puncak turnamen untuk pertama kalinya berkat aihan kemenangan besar 4-0 atas tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga semi-final, Selasa (29/1) kemarin.

Sebuah prestasi yang sangat diapresiasi oleh pelatih mereka, Felix Sanchez Bas, yang memberikan kredit khusus kepada kinerja Federasi Sepakbola Qatar (QFA) dengan program bermanfaat bagi kemajuan sepakbola.

Bas menilai, program yang telah dirancang matang menjadi poin penting mencuatnya Qatar di Piala Asia 2019. “Kami telah mendapatkan banyak kepercayaan diri. Tetapi, apa yang kami perlihatkan sejauh ini bukanlah sebuah kejutan. Kami telah bekerja keras mencapai tahap ini selama bertahun-tahun,” ungkap Bas dilansir bandarjudiqq daftar99.

Meski telah menembus final Piala Asia pertama kalinya sepanjang sejarah, Bas mengatakan pasukannya termotivasi membawa Qatar meraih trofi perdana di turnamen kompetitif. Guna mewujudkannya, Bas bakal memaksimalkan komposisi terbaik. Almoez Ali yang merupakan pencetak gol terbanyak sementara Piala Asia 2019 dengan delapan gol diplot sebagai andalan lini depan.

Qatar tinggal selangkah lagi untuk bisa mewujudkan sejarah lainnya dengan menjadi juara Piala Asia apabila mampu mengalahkan raksasa Asia, Jepang di Zayed Sports City Stadium, Abu Dhabi, Jumat ini.

Continue Reading

Trending