Connect with us
Link Alternatif SBOBET

Bolapedia

Menebus Sportivitas dari Pasar Taruhan

Published

on

Dad, what’s match-fixing? I don’t know son, we are hockey players,” Unknown.

Sepakbola adalah sebuah permainan yang telah berlangsung selama ratusan tahun dalam peradaban manusia. Perkembangan olahraga ini telah terjadi begitu masif, menyentuh hampir seluruh kolong daratan di muka bumi, melibatkan miliaran pasang mata pada setiap pekannya. Miliaran bahkan triliunan rupiah berputar di tiap pertandingannya.

Sepakbola telah berkembang menjadi industri yang dimainkan untuk menjadi sumber penghasilan. Dan bukan menjadi rahasia umum apabila industri taruhan juga turut menjamur. Industri taruhan semakin kaya dan manipulatif, demi keuntungan yang tiada terkira. Sepakbola telah menjadi meja judi terbesar dalam sejarah olahraga umat manusia.

Beberapa pekan belakangan, penggemar sepakbola tanah air digemparkan dengan pengakuan mantan “pemain” dalam dunia taruhan. Bambang Suryo yang mengatakan harga ratusan juta sudah lumrah dalam perjudian sepakbola. Bandar akan datang untuk menawarkan uang sebagai imbalan kekalahan yang harus dilakukan oleh kesebelasannya. Terkadang tawaran bahkan bisa berkali-kali lipat.

Link Alternatif SBOBET

sbobet salah satu contoh situs taruhan online (Dok. Link Alternatif SBOBET)

Gepokan uang bukan menjadi masalah bagi mereka tapi kita. Perang melawan perjudian dan pertaruhan sejatinya tidak saja dialami oleh sepakbola di dalam negeri. Liga-liga top Eropa bahkan sudah bergelut lama dengan praktik “setan” ini.

Liga-liga besar seperti Premier League di Inggris atau La Liga di Spanyol, telah berperang dengan menegakkan beberapa peraturan terkait perjudian. Salah satunya pelarangan pemain, pelatih, hingga ofisial dari suatu kesebelasan untuk ikut bertaruh pada pasar taruhan apapun, bahkan selain sepakbola.

Namun menemukan siapa pemain yang ikut berjudi tentu tidak sesederhana itu. Para aktor utama malah biasanya berasal dari “luar” tim. Mereka yang biasa kita sebut dengan mafia, bandar, atau broker, adalah otak utamanya.

Tujuh tahun lalu 36 pemain dari La Liga dituduh terlibat dalam pengaturan skor. Beberapa pemain top seperti Vicente Iborra (Leicester City), Cristhian Stuani (Girona), dan Felipe Caicedo (Lazio), disebut menjadi pesakitannya. Kasus ini berlarut-larut hingga beberapa tahun terakhir dan sempat menyeret nama Presiden La Liga, Javier Tebas. Hingga kini, penyelidikan kasus pengaturan skor tersebut bahkan masih berlangsung.

Di Italia, kesebelasan besar seperti Juventus malah harus malu didegradasi. Putusan pengadilan secara meyakinkan menjatuhkan hukuman kepada Juventus. Si Nyonya Tua telah terbukti melakukan pengaturan skor yang berimbas pada degradasi kesebelasan serta pencabutan gelar juara Serie A Italia musim 2004/05. Skandal ini kita kenal dengan sebutan Calciopoli.

Kita bisa menarik benang merah bahwa sepakbola di mana pun ia berada, entah liga raksasa Eropa atau negara yang biasa saja di sepakbola seperti Indonesia, selalu menarik bagi para pegiat pasar taruhan. Apalagi untuk suatu negara dengan penggila sepakbola yang amat besar. Bandar-bandar judi daring konon sudah mendarah daging dalam melakukan infiltrasi di dalamnya.

Modus Sogokan

Senior Master Agen

Banyak Modus Operandi yang dilakukan oleh Bandar Judi untuk mengelabui sebuah Tim (Dok. Senior Master Agen)

Bayangkan jika Anda adalah seorang pemilik sebuah kesebelasan dan klub Anda tengah mengalami sebuah krisis, sebutlah krisis keuangan: Gaji pemain belum terbayarkan hingga tunggakan-tunggakan yang belum lunas. Pada saat semua gelap dan asa menghilang, lalu datanglah seseorang yang mengaku sebagai “teman”. Ia mengagumi tim Anda dan bersedia memberikan sokongan dana secara “cuma-cuma”. Pastinya Anda akan berpikir ini sesuatu yang mudah. Lalu Anda menerima dana tersebut dan bantuan- bantuan lainnya hingga pada poin tertentu, ketika Si Bandar yang mengaku sebagai “sahabat” meminta Anda memberinya skor yang mereka inginkan. Anda akan merasa tidak enak untuk tidak membantunya. Dan selamat, Anda sudah menjadi bagian dari pengaturan skor. Anda telah menjadi budak pengaturan skor.

Modus seperti itu tidak selalu terjadi. BBC Indonesia dalam salah satu beritanya mengenai modus operandi yang biasa dilakukan para bandar judi untuk mengatur skor suatu pertandingan, bahkan dapat terjadi dengan amat instan. Mereka datang, memberi tawaran, dan selanjutnya terjadilah pengaturan skor.

Dua mantan pelatih Persegres Gresik United dan Persipur Purwodadi angkat bicara. Mereka mengaku mendapat tawaran hingga ratusan juta untuk mengatur hasil akhir sebuah pertandingan. Laporan sudah dibuat dan diserahkan tetapi konon tidak ada respons berarti dari PSSI pada saat itu.

Federasi sepakbola Indonesia, PSSI, memang telah menerima laporan terbaru terkait pengaturan skor. Beberapa forum pun mereka hadiri untuk memastikan posisi PSSI sebagai pelindung sepakbola di tanah air. Ya, pelindung sepakbola tapi bukan selalu sebagai pelindung integritas.

Integritas dan sportivitas ibarat dua mata uang berbeda yang berada pada satu keping. Sportivitas hanya akan tercapai juga ada integritas di dalamnya. Sejauh ini, PSSI mengaku telah menjalan tindakan preventif untuk pengaturan skor. Ya, sebatas tindakan preventif.

Setidaknya ada tiga poin utama yang PSSI telah ungkapkan yakni, bekerja sama dengan Genius Sport untuk memantau data-data pasar taruhan. Sehingga apabila ada taruhan yang mencurigakan PSSI dapat segera menelusurinya. Kedua, menelusuri lebih lanjut adanya laporan atau tidak mengenai kecurigaan tersebut. Dan ketiga, memberikan hukuman sesuai Komisi Disiplin PSSI. Misalnya, dilarang terlibat dalam urusan sepakbola seumur hidup.

Hukuman Setimpal

Sbobet Link Alternatif

Hukuman bagi para pengatur skor di Indonesia terbilang ringan (Dok. Sbobet Link Alternatif)

Sayangnya, setiap keputusan hukuman yang diberikan PSSI tampaknya tidak akan memiliki efek jera yang diinginkan. Terbukti dengan banyaknya suara kekecewaan pengamat sepakbola tentang “ringannya” hukuman yang diberikan. Terlebih dengan besarnya gelontoran uang yang dihamburkan untuk menyogok pemain dan kesebelasan.

Hukuman 100-200 juta bahkan mungkin terasa murah. Mungkin PSSI bisa menengok bagaimana beratnya hukuman-hukuman bagi para pengatur skor di daratan Eropa.

Salah duanya ialah kasus wasit Jerman, Robert Hoyzer, yang dihukum penjara selama lebih dari dua tahun pada 2005 karena terbukti terlibat dalam suap untuk pengaturan skor dari pemilik bar Kroasia yang kecanduan judi, Ante Sapina. Hoyzer secara terpisah mengeluarkan 23 kartu merah pada pertandingan-pertandingan tertentu. Belum lagi banyak penalti kontroversial yang ia berikan selama menjadi pengadil lapangan untuk pertandingan Liga Divisi 2 dan 3 Jerman.

Contoh lain yang lebih besar datang dari klub elit Perancis Olympique de Marseille, yang pada 1993 memiliki kesempatan untuk merengkuh trofi Liga Champions sekaligus Liga Perancis.

Sebelum bertemu AC Milan di final Liga Champions, Marseille harus terlebih dahulu melawan Valenciennes untuk memastikan gelar juara menjadi milik mereka. Presiden kesebelasan saat itu, Bernard Tapie, menyodorkan suap kepada tiga pemain Valenciennes. Namun salah seorang dari mereka menolak dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Sang presiden kesebelasan lalu dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun. Gelar juara Marseille dicabut dan mereka didegradasi ke Divisi 2, serta pencabutan hak mempertahankan Liga Champions untuk musim berikutnya.

Hingga saat ini belum ada putusan PSSI yang keluar dari standar hukuman terberat dalam kode disiplin PSSI tahun 2018 tentang manipulasi hasil pertandingan yaitu larangan berkecimpung dalam dunia sepakbola selama seumur hidup dan sanksi denda maksimal 500 juta.

Sekarang, sudah seyogianya PSSI mau lebih berani dan galak jika memang PSSI benar menjadi bagian dari perang terhadap mafia bola. Seperti yang Direktur Utama Persija, Gede Widiade, sempat kemukakan, bahwa PSSI harus berani secara konsisten memberikan hukuman berat jika perlu maksimal untuk meningkatkan efek jera.

Regulasi yang sudah ada tentunya bisa mengakomodasi hal tersebut. Peraturan perundang- undangan No. 11 Tahun 1980 juga telah ajek dan bisa digunakan untuk menjerat para pelaku pengaturan skor dengan hukuman penjara. Hukuman pantas dan lumrah yang sudah banyak diterapkan oleh negara- negara lain di Asia maupun Eropa. Itu pun jika PSSI sekali lagi benar serius menjadi bagian dari perang terhadap mafia bola.

Ombak boleh surut dan kasus ini mungkin cepat terlupakan kembali ke laut. Namun atas nama sepakbola, atas nama cinta Tim Nasional Indonesia, perang terhadap mafia bola harus terus bergelora. Kita bisa memilih diam dan tidak peduli jika hanya ingin terluka dan murka melihat kemajuan kompetisi kita hanya jalan di tempat dan mungkin mundur. Karena modal utama membangun kompetisi yang sehat dan berkarakter bukanlah melulu tentang infrastruktur dan teknis penyelenggaraan, melainkan jiwa yang berintegritas dan semangat sportivitas.

Diambil dari PanditFootball

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bolapedia

Liga Inggris Pekan Ini Sukar Ditebak, Nasib Prediksi?

Published

on

Liga Inggris Pekan Ini Sukar Ditebak, Nasib Prediksi?

Anggapan bahwa liga Inggris pekan ini sangat susah ditebak atau diprediksi memang tepat. Tim raksasa sekelas Arsenal berhasil ditaklukkan oleh klub Tottenham Hotspur. Kemenangan ini juga menjadi tonggak dari klub ini dalam menutup buku rekor hitamnya.

Klub yang kerap disebut sebagai The Lilywhites ini dalam klasemen akhir liga Inggris sudah dipastikan akan berada di atas tim Arsenal. The Gunners berakhir dengan catatan buruk. Tim ini mengukir catatannya saat melakoni laga di White Hart Lane.

Dilansir dari bandarjudiqq 66, Arsenal dihantam kekalahan dengan skor dua gol tanpa perlawanan. Tentu saja ini hal yang memalukan bagi The Gunners, sedangkan bagi The Lilywhites pertandingan ini merupakan laga yang sangat membanggakan. Kedua tim ini mempunyai selisih yang cukup lebar, yakni mencapai 17 angka.

Tetapi keuntungan didapatkan oleh Spurs, sebab Arsenal hanya memiliki lima laga lagi, maka sudah jelas tidak mungkin untuk menyusul apalagi mengalahkan peringkat dari tim asuhan Maurido ini.

Maurido Pochettino menyebutkan bahwa tim asuhannya sudah menunggu lama untuk memenangkan finish di atas klub Arsenal. Pelatih sekaligus manajer ini mengatakan bahwa klubnya harus menunggu selama 22 tahun untuk merayakan kemenangan ini.

Maka dari itu, strategi serta pemain yang tepat, dengan keahlian dan posisi yang tepat, akan membuat klub ini terus berjaya dalam laga. Tetapi liga Inggris pekan ini memang sukar diprediksi. Gelar juara merupakan hal paling utama yang dicari oleh seluruh klub liga Inggris.

Dengan penampilan yang sempurna serta manuver yang cantik dan canggih, Maurido optimis bahwa timnya akan membawa gelar juara. Secara komprehensif, tim asuhannnya memang mempunyai kelebihan dan layak untuk memang. Maka sangat wajar jika Maurido sangat percaya diri.

Baginya ini merupakan keberhasilan dirinya dalam mengasuh dan membina serta mengelola klub. Dengan menargetkan diri untuk menyabet gelar juara liga, perjuangan sudah hampir selesai. Hanya saja perlu diingatkan kembali bahwa liga Inggris pekan ini sangat sukar ditebak, sehingga dibutuhkan analisis yang sangat mendalam untuk mengerti jalannya laga.

Continue Reading

Bolapedia

Mengubah Citra Klub Sepakbola Lewat Sponsor

Published

on

Mengubah Citra Klub Sepakbola Lewat Sponsor

Dari keripik, cat tembok, operator telepon selular, perusahaan perjudian, sampai maskapai penerbangan. Endorsement bernilai tinggi adalah hal menggiurkan bagi klub sepakbola. Tetapi apakah itu sebanding dengan yang didapatkan klub?

Musim ini Liverpool mengumumkan kerja sama dengan maskapai penerbangan negara kita, Garuda Indonesia. Lambang satu dari beberapa kebanggaan negara ini terpampang di kaus (latihan), jaket, papan iklan stadion, dan tempat-tempat menarik lainnya yang berkaitan dengan Liverpool.

Pemasaran adalah segalanya bagi endorsement. Ini adalah alasan utama Manchester United yang tidak sukses musim lalu, justru mendapatkan pemasukan yang melebihi tim-tim yang sekarang berlaga di Liga Champions.

Meski kebangkitan sponsorship dalam sepakbola bisa dikatakan mendatangkan gelontoran uang banyak, tak jarang hal ini harus ditukar dengan “jiwa” klub sepakbola sendiri. Ya, inilah realita klub modern yang harus menukar esensi demi menjaga eksistensi dan kondisi keuangan mereka sendiri.

Asia sebagai Pabrik Sponsor

Sejak papan iklan menjadi tren di sepakbola Inggris pada tahun 1970-an, uang sponsor sudah merambat dan menggerogoti setiap sisi stadion dan setiap helai jersey yang dipakai oleh para pemain.

Pada Juli 1979, Liverpool-lah yang membuat tren penggunaan sponsor pada seragam sepakbola menjadi booming. Saat itu, mereka dikontrak oleh Hitachi. Pabrik elektronik asal Jepang tersebut dikabarkan membayar 50 ribu pounds untuk sponsorship itu, satu nilai yang sangat ‘wah’ pada masanya.

Meski banyak klub mengikuti jejak Liverpool, penggunaan sponsor pada seragam tim sempat dilarang sampai tahun 1983. Saat itu sempat terjadi kasus mencengangkan ketika Coventry City ingin mengubah namanya menjadi Coventry Talbot, yang diambil dari nama perusahaan mobil lokal.

Sekarang, Liga Premier Inggris sudah lebih dari dua dekade menampilkan nama sponsor di depan namanya. Ini memang menjadi tamparan sekaligus menjadi kebangkitan dari potensi yang dimiliki pemasaran dalam sepakbola.

Dalam satu dekade saja banyak hal yang dulunya dianggap tabu menjadi terlihat biasa saja: hak penamaan stadion, background pada konferensi pers yang menampilkan logo-logo sponsor, papan iklan di stadion, iklan di media klub, bahkan pengubahan nama klub.

Liga Inggris memang telah menjadi alat pemasaran terbesar dalam dunia olahraga bersama Formula 1 (yang seragam dan mobilnya dipenuhi banyak sekali sponsor). Bedanya, di Liga Inggris, bahkan tim kecil sekalipun bisa berpotensi menjadi alat pemasaran.

Sebagai raksasa industri, China pertama kali menginjakkan kakinya di Liga Premier dengan mensponsori Everton pada musim 2002-2003. Mereka menggunakan Kejian, perusahaan telepon genggam, sekaligus bersedia membayar gaji pemain China yang bermain di Everton, Li Tie.

Bagi klub, menggunakan merek dari Asia bisa menjadi hal bagus. Mereka bisa mendapatkan ekspos, fans baru, dan uang yang bisa mereka habiskan untuk apa saja.

Mesin Komersial Penghasil Uang

Berdasarkan laporan Deloitte musim lalu, Manchester United mendapatkan 363,2 juta poundsterling dari pendapatan matchday, hak siar, dan komersial. Angka ini adalah angka yang paling besar di antara seluruh tim Liga Inggris lainnya. Di bawah mereka ada tim tetangga, Manchester City, dengan angka 271 juta poundsterling.

Patut diperhatikan bahwa 42% pendapatan MU berasal dari sektor komersial, melebihi matchday dan hak siar. Mereka memiliki 40 kontrak resmi yang mengkomunikasikan seluruh dunia. Dari wine asal Chile (Casillero del Diablo) sampai perusahaan keripik asal Malaysia (Mister Potato), sangat mudah melihat kekuatan komersial The Red Devils. Mereka memiliki strategi komersial yang terstruktur dan orang-orang yang tepat untuk mengiklankan klub dan juga sponsor mereka.

Otak di balik deal pemasaran MU adalah Richard Arnold, sang direktur komersial. Tidak heran, MU yang terletak di kota Manchester, memiliki kantor pusat pemasaran mereka di kota London.

Pekerjaan Arnold tidaklah mudah, ia harus merinci banyak kontrak potensial yang dijejalkan kepada klub untuk kemudian dipilih beberapa saja yang paling potensial. Untuk mendukung keputusannya itu, ia dan klub sampai membuka “kantor cabang” di Hong Kong dan juga satu lagi yang rencananya akan dibuka di New York.

Jika melihat kasus ini, kita bisa mengira-ngira bahwa tim-tim kecil memang tidak memiliki kesempatan sebesar MU. Tercatat, sesuai dengan laporan Deloitte juga, hanya kemampuan finansial City yang mampu menyaingi pasar MU secara global.

Masih menurut Deloitte, kesempatan terbesar mengenai dana selalu berasal dari sektor maskapai penerbangan. Maskapai penerbangan ini memang sangat bersifat internasional, begitu pula dengan kartu kredit dan perusahaan telepon genggam.

Hal ini menyebabkan terbatasnya deal yang bisa klub jalankan bersama perusahaan-perusahaan di atas. Biasanya, hanya satu saja dari masing-masing perusahaan di atas yang bisa melakukan perjanjian kerja sama dengan klub.

Ditambah lagi kebijakan dari masing-masing negara (asal perusahaan), maka klub tidak bisa seenaknya melakukan kesepakatan dengan lebih dari satu perusahaan besar di suatu negara.

Perusahaan akan mendapatkan nilai tambah, sementara fans juga pasti mau memakai produk yang berkaitan dengan klub yang mereka bela. Secara teoritis, lebih banyak sponsor, maka akan lebih banyak juga uang yang akan datang.

Musim lalu saja misalnya, kita bisa melihat wajah Wayne Rooney sebagai bintang iklan Mister Potato (bahkan bermain video klip bersama dengan Nidji dan Mister Potato).

“Dapatkah Anda memberitahu kepada saya apa itu Mister Potato sebelum iklan ini muncul?” tanya Arnold, khususnya kepada mereka yang bukan berasal dari negara Asia Tenggara yang sudah sedikit familiar dengan merek keripik kentang itu.

Itulah kekuatan pemasaran sebagai brand awareness.

Klub Menjual Diri

Meski membutuhkan gelontoran uang, tak semua sponsor bisa diambil klub, meski mereka menawarkan nilai yang fantastis. Klub, terutama mereka yang besar, tetap perlu berkalkulasi terutama untuk menjaga citra positif.

Mereka tidak mau dengan mudahnya menjual diri mereka, tidak seperti tim-tim kecil atau tim dari liga seperti liga di Skandinavia yang bisa sampai memiliki 15 sponsor di seragam, yang diletakkan sampai ke bagian belakang baju, lengan, celana, bahkan kaus kaki.

Barcelona menjadi contoh yang meninggalkan image mereka dengan menandatangani kerja sama sponsor bersama Qatar Airways. Padahal sudah 100 tahun lebih seragam mereka dijaga kesuciannya dari “kotornya” komersialisasi.

“Jika kita mau menjadi tim paling top, kita butuh dana,” kata Sandro Rossell, mantan presiden Barcelona.

Namun, tidak semua kesepakatan sponsor berjalan dengan damai. Kadang pemasaran menimbulkan banyak perdebatan, terutama bagi para fans.

Tetapi ini tidak menghalangi klub untuk melakukan kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan. Bahkan caranya pun kian kreatif, yaitu dengan dengan menjual fasilitas klub untuk penamaan serta re-brand, seperti kasus Cardiff City yang mengubah warna klub mereka dari biru ke merah.

Contoh lainnya juga ada pada klub Kota New York, Salzburg, dan Leipzig yang semuanya disponsori oleh Red Bulls. Secara otomatis nama klub mereka berubah.

“Saya lebih rela jika klub menjadi komersil, tetapi kita bisa bersaing di tingkat atas daripada harus menjadi klub semenjana. Saya memang tidak senang, tetapi tidak ada pilihan lain,” kata Peter Ribbons, seorang fans Cardiff.

Tidak semua fans senang dengan perubahan ini. Cardiff, yang kini harus kembali berlaga di Championship akibat degradasi dari Liga Primer pada musim lalu, dijanjikan oleh pemilik klub (Vincent Tan) untuk kembali memakai warna biru jika mereka bisa kembali ke Liga Primer secara instan musim depan.

Protes keras fans juga terjadi di Salzburg. Setelah Red Bull Salzburg terbentuk. Salah seorang fans berujar, “Ini adalah klub baru yang tidak memiliki sejarah”. Apa mau lacur, seragam Salzburg yang tadinya berwarna ungu pun diganti dengan cuma-cuma menjadi warna merah dan biru.

Mereka memang sukses menjuarai Liga Austria lima kali. Namun, saking muaknya, ribuan fans idealis pun lalu membuat klub sendiri yang berwarna ungu, SV Austria Salzburg.

Kesimpulan

Sponsor adalah sebuah model bisnis yang kuat yang dapat menjadi faktor eksternal yang berpengaruh bagi internal tim di atas lapangan. Dari segi bisnis, sponsor sebagai pemasaran sepakbola adalah hal menguntungkan.

Namun, hal ini juga seringkali menciptakan citra tertentu bagi klub. Tinggal sebesar apa pengaruh image (citra) sponsor tersebut pada identitas klub yang telah terbentuk selama puluhan, bahkan ratusan, tahun. Satu hal yang jelas: semakin besar image yang diciptakan sponsor, tentunya akan semakin besar juga uang yang klub dapatkan.

Apakah uang adalah segalanya di sepakbola? Untuk sementara jawabannya adalah “Ya. Benul: benar dan betul!”, dan mungkin jawaban ini akan bertahan untuk waktu yang sangat panjang.

Continue Reading

Bolapedia

Ambisi Qatar di Piala Asia 2019, Tumbangkan Sang Tuan Rumah

Published

on

Ambisi Qatar di Piala Asia 2019, Tumbangkan Sang Tuan Rumah

Qatar menunjukkan perkembangan signifikan jelang debut mereka di Piala Dunia 2022 ketika menjadi tuan rumah. Keberhasilan Qatar melaju ke partai final Piala Asia 2019 telah menjadi pencapaian bersejarah dalam sepakbola mereka.

Qatar memperlihatkan diri bisa membuat kejutan saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Keberhasilan mereka melangkah ke final Piala Asia 2019 dengan skuad muda menjadi indikasi pasukan Felix Sanchez Bas tidak mau sekadar jadi penggembira.

Tim berjuluk Al-Annabi melangkah ke final bersua Jepang pada babak final Piala Asia 2019 di Zayed Sport City, Uni Emirat Arab (UEA) nanti malam. Sebenarnya, kalah atau menang melawan Jepang, Qatar sudah memperlihatkan mereka tak bisa dipandang sebelah mata.

Mereka sudah mengejutkan Piala Asia. Berstatus non-unggulan, Hasan Al Heidos dkk mematahkan prediksi dengan keluar sebagai juara Grup E. Berturut-turut Qatar menyingkirkan tim-tim kuat macam Irak 1-0 (16 besar), Korea Selatan 1-0 (perempat final), dan tuan rumah UEA 4-0 (semifinal). Hebatnya, Qatar melaju ke final dengan rekor 100%.

Ambisi Qatar di Piala Asia 2019, Tumbangkan Sang Tuan Rumah

Pemain Qatar (Dok. Onbet 789)

Qatar sukses menembus babak puncak turnamen untuk pertama kalinya berkat aihan kemenangan besar 4-0 atas tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga semi-final, Selasa (29/1) kemarin.

Sebuah prestasi yang sangat diapresiasi oleh pelatih mereka, Felix Sanchez Bas, yang memberikan kredit khusus kepada kinerja Federasi Sepakbola Qatar (QFA) dengan program bermanfaat bagi kemajuan sepakbola.

Bas menilai, program yang telah dirancang matang menjadi poin penting mencuatnya Qatar di Piala Asia 2019. “Kami telah mendapatkan banyak kepercayaan diri. Tetapi, apa yang kami perlihatkan sejauh ini bukanlah sebuah kejutan. Kami telah bekerja keras mencapai tahap ini selama bertahun-tahun,” ungkap Bas dilansir bandarjudiqq daftar99.

Meski telah menembus final Piala Asia pertama kalinya sepanjang sejarah, Bas mengatakan pasukannya termotivasi membawa Qatar meraih trofi perdana di turnamen kompetitif. Guna mewujudkannya, Bas bakal memaksimalkan komposisi terbaik. Almoez Ali yang merupakan pencetak gol terbanyak sementara Piala Asia 2019 dengan delapan gol diplot sebagai andalan lini depan.

Qatar tinggal selangkah lagi untuk bisa mewujudkan sejarah lainnya dengan menjadi juara Piala Asia apabila mampu mengalahkan raksasa Asia, Jepang di Zayed Sports City Stadium, Abu Dhabi, Jumat ini.

Continue Reading

Trending